Akhir Desember dan Awal Januari ||Puisi-Puisi Hyan Godho



                               Gbr: Google




AKHIR DESEMBER

I.
Akhir desember
Hujan makin lebat
Rintik-rintik tumpah
jatuh pada bibir,
kemudian lidah jadi licin.

Hati kalau penuh lumpur, saudara
Jangan lupa satu kata
Ampun.
Kita kasi sembuh khilaf dengan maaf.

II.
Api juga bisa kembang,
pada akhir Desember.
Semoga tidak di langit-langit hatimu.

Di hati 
Kita kasi nyala salam damai saja.
Dia meletus juga baik!

III.
Orang-orang kalau ribut
di jalanan.
Kita tidak usah saja.
Itu terlalu berisiko.
Maut suka mengawas.

Kalau mau
Kita convoy  saja di rumah Tuhan.
Kita minum mabuk
Kita bakar pujian dan syukur!

Ah Tuhan sungguh Engkau, amat baik.


TUBUH KRISTUS, AMIN

Sebelum “Tubuh Kristus-Amin”,
mereka menyanyikan Agnus Dei 
merdu sekali 
di atap Gereja.

Satu lelaki dengan jubah
Ia berlangkah penuh gontai
dengan Anak Domba di tangan.
Berani sekali ia gendong Tuhan Yesus!

Ia maju ke depan
Umat penuh iman, tunduk.
Tubuh Kristus-.
Tangannya gemetar .
Jantungnya berpacu lebih cepat.
ia terengah-engah,
hosti itu jatuh,
menggelinding di lantai,
kemudian dipungut oleh seseorang
entah siapa!
Lalu jawab amin.
Mama-mama tua spontan berdoa, Bunda Maria ampunilah kami!

Ekaristi selesai,
Seorang perempuan
Sudah tunggu di pintu Gereja
Ia menyerongkan tangannya
Salam damai natal, kak.
Lelaki itu kemudian menyalaminya,
Lembut sekali tangan itu.
Agak lama,
kemudian lepas.

Kaka Frater, kalau kasi  roti jangan gugup ew.
Perempuan Itu beri penguatan. 
Senyum sebentar, lalu pergi.

Perempuan itu tidak meninggalkan “jejak” apapun. 
Burung Gereja, tiba-tiba berkicau di kepala saya.


AWAL JANUARI 

I.
Awal Januari,
Tuhan tantang kita
main Tik-Tok di Rumah-Nya.
Main game juga boleh.
Isap rokok, minum mabuk, berjudi, selingkuh, berzinah,
apapun! 
yang manusiawi dan duniawi,
Tuhan tunggu kita di sana.

II.
Tuhan tidak pernah benci  dengan pemungut cukai, pelacur, penyangkal, pengkhianat, pembunuh, apapun!
Coba tanya Zakheus, Magdalena, Kefas, Iskariot, Pilatus, Barr-Abbas, Herodes!
Tuhan tidak pernah membenci.

III.
Januari itu anak sulung bulan 
yang bunting dengan waktu.
Tangisan pecah, lalu
Orang-orang bersukacita.

Hanya ada dua pilihan saja
Kau mau tabur benih gandum
Ataukah benih  lalang?

Hantam dari mulai, 
supaya pada akhir
kita tuai yang aduhai-aduhai! 

IV.
Di Januari,
Mata kalau basah
Tidak apa-apa.
Penting hati kita sembuh
Tuhan meletakan Sinagoga di situ.
Pelihara ew, jangan sampai runtuh!


[2020].

Komentar

  1. Januari itu anak sulung bulan
    yang bunting dengan waktu.
    Tangisan pecah, lalu
    Orang-orang bersukacita.

    Ini oke punya. Jokpin juga

    BalasHapus
  2. Kaka Frater kalau kasi roti jangan gugup ee πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  3. Pokoknya hantam "tuai yang aduhai-aduhai"

    BalasHapus
  4. Sya fokus di "kk fr kalau bagi hosti jangan gugup ee"πŸ˜πŸ˜πŸ™

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer