Kalau Ketemu Esha pada Hari Rabu ||Puisi-Puisi Hyan Godho





                        Gbr: WebStockReview



RAYUAN MUSIM HUJAN
I
Hati-hati cantik, 
Kaki kalau melangkah,
Awas!
Musim hujan itu licin.

Nanti, takutnya kamu jatuh ke saya punya peluk,
alamak, itu kamu jatuh di tempat yang benar.

II
Saya tidak tega
Menyaksikan hujan jatuh
Di bola matamu yang subtil.

Mendung pun, jangan pernah!

JOKPIN bilang mata kamu,
Tempat terindah untuk saya cuci mata.

III
Musim hujan kalau usai, 
Saya ajak kamu petik musim gugur.

Nanti, kamu tanya untuk apa?

mencintaimu harus sampai hempas!
Dedaunan biar tanggal
Penting akar terus ke dalam.

2020.



KALAU KETEMU ESHA PADA HARI RABU

Kalau ketemu Esha
pada hari Rabu,
salam ew..

Dia selalu membuat kami punya hari Rabu tu ketar-ketir.
Orang yang suka buang sampah serampangan,
ia sambar dengan suaranya yang petir.
Wo.. wo.. wo..
Ia marah, sambil
Jarinya yang telunjuk
Ia tunjuk
Seakan-akan mau katakan
“pungut sampah-sampah itu, biadab!”

Esha walaupun bisu
Tapi hatinya, tempat bulan jatuh
sampai basah-basah.
Lembut seperti kapas pada kain.

2020.



DUA GADIS JELITA

Ada dua gadis yang tiap-tiap Rabu 
selalu jelita, 
membantu orang tuanya di Pasar.
Mereka ramah sekali dengan para pembeli,
makanya di los mereka itu selalu ramai.

Saya kerapkali merubung dengan para pembeli yang lainnya, 
hanya mau lihat gadis-gadis ini saja.
Mereka kalau senyum aii.
Purnama cengar-cengir.

Tiap hari Rabu, kalau nongkrong di pasar
Saya selalu menyempatkan waktu untuk lihat dua gadis itu.
Kadang-kadang, saya ajak teman saya.
“eja kita ke pasar ew”
“buat apa?”
“lihat bulan”

Suatu saat, saya dan teman saya iseng membeli sabun perahu layar, 
Konon katanya, itu sebuah sabun yang ajaib. Kami beli saja.
Itu akal kami supaya bisa menyentuh tangan 
Kedua gadis itu.
Rencana itu terjadi dengan sangat mulus,
Kami menyentuh tangan mereka lama sekali.

Sampai ayah mereka bilang kepada gadis yang lebih tua
“Rambu, kasi sudah.”
Kami kemudian lepas dan gegas begitu saja.
Entah kami bayar atau tidak, 
sejak saat itu, Kami tidak nongol-nongol lagi di tempat itu.

“Dua gadis itu orang Sumba ternyata..”

2020.


LIPAT TERPAL

Setiap hari Rabu
Ketika matahari mau jatuh,
Kami senang membantu mas-mas dari Jawa
memberes barang jualan mereka.

“Hati-hati, awas dorang isi kamu dalam terpal
Mereka  jual kamu ilegal!”

Itu kalimat paling asu, 
Dari orang-orang yang berat tangan!

Setelah rampung
Peranti-peranti mereka sudah beres,
Kami pulang membawa Kapitan Patimura lima daun
di saku celana kami.

Orang Jawa baik-baik...

2020.

Komentar

  1. Saya selalu bangga kalau baca puisi-puisinya, Azi. Tidak bertele-tele. Mengalir dan seperti sedang bercerita. Diksi-diksi yang digunakan pun ada di sekitar kita, khususnya di Boawae. Dan kebetulan saya juga orang Boawae. Saya kenal dengan segala kejadian di Pasar Rabu Boawae. Dan, teruslah menulis. Lebih enak, lebih mengalir, lebih lebih kalau su musim hujan begini. Kasih licin memang. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap kae, siap..
      Thanks byk2 ow, ini komentar paling mamacu saya utk fight terus. Salam..

      Hapus
  2. Senang sekali malahap kata-katamu kawan....sya jadi ingin cepat2 pulang kampung....

    BalasHapus
  3. Dapat kapitan patimura senang macam diberi uang 2 juta. Masa kecil eh.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer